Menolong Tak Mengenal Tempat: Cerita Inspiratif Seorang Bidan Asal Sula Di Tengah Laut
L
Link Satu
-
Aug, 09 2026
Bidan Memi Gailea, Menggendong Anak Dari Muhlia Leko Pasca Lahiran Di KM Al Sudais. Foto: Istimewa.

SULA – Laut menjadi saksi sebuah peristiwa yang tak biasa pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026. Saat KM Al Sudais bertolak dari Pelabuhan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, menuju Ternate, seorang penumpang, Muhlia Leko, harus menghadapi proses persalinan di tengah perjalanan.

Di tengah situasi yang serba terbatas, hadir seorang perempuan yang kemudian menjadi sosok penting dalam peristiwa tersebut. Ia adalah Memi Gailea, seorang bidan asal Kabupaten Kepulauan Sula yang bertugas di RSUD Sanana.

Tanpa ruang bersalin rumah sakit dan dengan kondisi kapal yang terus bergerak di tengah laut, Memi dengan sigap membantu Muhlia menjalani proses persalinan.

Hingga akhirnya, tepat pada pukul 19.10 WIT, tangisan seorang bayi laki-laki terdengar di atas KM Al Sudais dan bayi itu lahir dalam kondisi sehat dan kemudian diberi nama Muhammad Al Sudais Putra.

Ketika Kapal Laut Menjadi Ruang Persalinan

Persalinan tentu membutuhkan kondisi yang aman dan dukungan tenaga kesehatan. Namun, perjalanan Muhlia membuat keadaan menjadi berbeda.

Di tengah laut, jauh dari fasilitas rumah sakit, pilihan untuk mendapatkan pertolongan medis menjadi sangat terbatas. Dalam kondisi tersebut, kehadiran Memi Gailea menjadi sangat berarti.Dengan pengalaman dan kompetensinya sebagai seorang bidan, Memi membantu proses persalinan Muhlia hingga bayi berhasil dilahirkan dengan selamat.

Baca Juga: 29 Tahun Mengelilingi 25 Negara, ini Alasan Pria Asal Kanada Menetap di Kepulauan Sula

Peristiwa itu menunjukkan bahwa pengabdian seorang tenaga kesehatan tidak mengenal batas tempat.

Ruang pengabdian tidak selalu berupa ruang bersalin rumah sakit. Dalam keadaan tertentu, dek atau ruang di atas kapal pun bisa menjadi tempat seorang tenaga kesehatan menjalankan panggilan kemanusiaannya.

Ucapan Terima Kasih Yang Mendalam Dari Seorang Ayah

Bagi Iwan Salihi, suami Muhlia Leko sekaligus ayah dari bayi yang lahir dalam perjalanan tersebut, kehadiran Memi Gailea menjadi sesuatu yang tidak akan mudah dilupakan.

Iwan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Memi yang telah membantu istrinya dalam proses persalinan hingga bayinya lahir dengan selamat.

“Saya sebagai orang tua dari bayi ini mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Memi Gailea yang sudah membantu istri saya melahirkan di atas kapal. Kami sangat bersyukur karena di saat kami membutuhkan pertolongan, ada Ibu Memi yang dengan sigap membantu proses persalinan sampai anak kami lahir dengan selamat,” ucap Iwan dengan rasa haru.

Baca Juga: Cerita Seorang Pemuda Asal Sula Lulusan Arsitek, Pilih Jadi Tukang Pangkas Rambut

Menurut Iwan, pertolongan tersebut bukan sekadar bantuan dalam menjalankan tugas profesi, tetapi merupakan sebuah pertolongan yang akan selalu dikenang oleh keluarganya.


“Bagi kami, jasa Ibu Memi tidak akan kami lupakan. Kehadiran beliau membuat kami merasa tidak sendirian dalam situasi yang cukup menegangkan. Terima kasih atas kepedulian, keberanian dan ketulusan Ibu dalam membantu istri dan anak kami,” ujarnya.

Baca Juga: Cerita Seorang Nakes Di Sula Dapat Surat Sakti Dari Kadinkes Disaat Hamil Muda

Ia juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan karena proses persalinan tersebut dapat berlangsung dengan baik meskipun dilakukan dalam kondisi yang tidak biasa.

Tangisan Bayi Mungil Di Tengah Laut

Bagi para penumpang KM Al Sudais, malam itu mungkin awalnya hanyalah perjalanan biasa dari Sanana menuju Ternate.

Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi sebuah kisah yang akan dikenang.

Pada pukul 19.10 WIT, di tengah perjalanan laut, seorang bayi laki-laki lahir ke dunia.

Baca Juga: Cerita Rizkiwati, Seorang Tenaga Kesehatan Asal Pulau Seram Yang Bertugas Di Sula

Tangisan pertamanya menjadi suara yang menandai kehidupan baru.

Bagi keluarga Muhlia dan Iwan, kelahiran itu akan menjadi cerita yang selalu mereka bawa: anak mereka lahir bukan di rumah sakit, melainkan di tengah perjalanan laut, dengan bantuan seorang bidan yang hadir di saat yang paling dibutuhkan.

Dan bagi Memi Gailea, peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata dari pengabdian seorang bidan yang hadir ketika dibutuhkan, memberikan pertolongan ketika keadaan mendesak, dan memastikan sebuah kehidupan baru dapat menyapa dunia dengan selamat.

Dari Sanana menuju Ternate, KM Al Sudais tidak hanya membawa para penumpang melintasi laut. Kapal itu juga membawa sebuah cerita tentang kemanusiaan, pengabdian, dan kelahiran seorang anak yang akan selalu memiliki kisah unik tentang hari pertama kehidupannya.

Pewarta: Setiawan Umamit

Redaktur: TIM

© 2023 Linksatu | All rights reserverd.